Kamis, 19 Desember 2013

KESETIMBANGAN LARUTAN

KESETIMBANGAN LARUTAN


Kelarutan (S)
-       Menurut besarnya daya larut, kelarutan zat dalam air dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu :
(1)     Zat-zat yang mudah larut (mis : NaCl, KNO3 dsb).
(2)     Zat-zat yang sukar larut (mis : AgCl, CaCO3, dsb).
-       Kelarutan suatu zat ialah banyaknya zat yang dapat larut maksimal dalam sejumlah volume tertentu air.
Misalnya : kelarutan Ca(OH)2 = 20 mg/100 ml, maka dalam 100 ml larutan maksimal terdapat 20 mg (Ca(OH)2
-       Satuan kelarutan : mol/l (M), mol/vol atau bobot/vol
-       Suatu zat anorganik (misalnya BaSO4) yang sukar larut, apabila dimasukkan ke dalam air ada sebagian kecil dari zat tersebut yang larut dan semua bagian zat yang larut tersebut terurai menjadi ion-ionnya. Proses tersebut dituliskan sebagai berikut  
-        
                                   H2O

BaSO4 (S)              BaSO4 (aq)     ®  Ba (aq)2+ + SO42-(aq)
               Banyak                 sedikit             semua dari yang sedikit

-      

Karena semua bentuk molekul yang terlarut (aq) terurai menjadi ion-ionnya, di dalam larutan hanya terdapat kesetimbangan antara bentuk padat (s) dan ion-ionnya, yang dituliskan sebagai berikut :                                                    BaSO4(s)            Ba2+  +  SO42-
-       Atau secara umum :


AxBy (s)             c A+y + y B-x
 
 

 



Contoh : PbCl2(s)             Pb2+  +  2 Cl-

Contoh soal
Dalam larutan jenuh CaCO3 (Mr = 100) terdapat 0,01 M ion Ca2+, hitunglah kelarutan CaCO3 di dalam 200 ml larutan dalam satuan   a) mol   b) gram.

Jawab :

CaCO3(s)            Ca2+  +  CO32-
Dari reaksi (CaCO3) = (Ca2+) = 0,01 M (mol/liter)
Maka dalam 100 ml, kelarutan CaCO3 = 100/1000 x 0,01 = 0,001 mol atau 0,001 x 100 g = 0,1 gram.


Hasil Kali Kelarutan (Ksp).
-       Hasil kali kelarutan (Ksp) dinyatakan sebagai hasil kali ion-ion (satuan Molar) dalam larutan jenuhnya, dengan masing-masing konsentrasi berpangkatkan bilangan koefisiennya.
-      

Contoh (1)  AgI              Ag+  +  I- ………. Ksp Agr    = [Ag+ ] [I-]

                   (2)  PbCl2            Pb2+  +  2 Cl- …. Ksp PbCl2 = [Pb2+ ] [Cl-]2
-       Secara umum :
Ksp.  AxBy  =  [ A+y ]x  [ B-x ]y

 

A x By            x A+y  +  y B-x


     Catatan :[ J = Molar (M)

Soal  Tuliskan rumusan Ksp dari zat-zat berikut :
a) AgCrO4         b) Hg Br          c) BaCO3

Hubungan antara s dan Ksp

-          Jika kelarutan PbCl2 = s M, maka di dalam larutan terdapat s M Pb2+ dan 2s M Cl-, seperti proses berikut.

                   PbCl2                Pb2+  +  2 Cl-
Kelarutan   s M              s M        2 s M
Maka : Ksp. PbCl2 = [Pb2+] [Cl- ]2
                               = (s)(2 s)2 = 4 S3
             Sehingga : S =
-         

Contoh lain : AgBl               Ag+  +  Br-
 Kelarutan   s M         s           s
Ksp. AgBr = [Ag+ ]([Br-]
                  = (s) (s) = s2
Maka :   S =
-         

Secara umum :   A x By               x A+y  +  y B-x
Kelarutan    s M               x.s          y.s
Maka : Ksp. AxBy = [A+y ]x [B-x ]y
                               = (c s)c (y s)y
                               = cc . yy  s(x+y)
S =

 
 


Sehingga                                                x dan y adalah koefisien dari ion-ion.


Soal : Berapa gram kelarutan Ag2CrO4 (Mr = 330) dalam 200 ml larutan jika Ksp nya = 3,2 x 10-11
Jawab : Ag2CrO4  ®  c = 2  dan y = 1
              S =  =   =
                = 2 x 10-4 x 330 gram/liter = 0,066 g/liter
               Dalam 200 ml = 200/1000 x 0,066 g = 0,013 g.

Percampuran Dua Larutan

-       Walaupun AgCl merupakan zat yang sukar larut (mudah membentuk endapan), campuran Ag+ (dari AgNO3) dan Cl- (dari HCl) tidak selalu menghasilkan endapan putih AgCl

-       Hasil yang mungkin terjadi dari percampuran tersebut adalah :
(1)   belum mengendap   ; bila    [Ag+ ] [Cl- <   Ksp.AgCl
(2)   tepat jenuh              ; bila    [Ag+ ] [Cl- ]   =   Ksp.AgCl
(3)   telah mengendap     ; bila    [Ag+ ] [Cl- ]   >   Ksp.AgCl.

-       Secara umum :

Campuran    A+y  dengan  B-x  ®  A x By    akan :
(1)   membentuk endapan jika [A+y]x [B-x ]y > Ksp-nya
(2)   tepat jenuh jika [A+y ]x [B-x ]y = Ksp-nya
(3)   belum membentuk endapan jika [A+y ]x [B-x ]y < Ksp-nya

Contoh ;          Periksalah apakah campuran 100 ml 4x10-3
              Pb(NO3)2 dan 400 ml 2,5 x 10-3 M  HCl telah membentuk endapan PbCl2 (Ksp = 2 x 10-10).


Jawab
Volume campuran = 100 + 400 = 500 ml.
(Pb2+) = 100/500  x  4.10-3 M = 8 x 10-4 M
(Cl-) = 400/500 x 2,5.10-4 M = 2 x 10-4 M
Ksp  PbCl2 = (Pb2x)(Cl-)2
Maka : (Pb2x)(Cl-)2 = (8.10-4)(2.10-4)2 = 3,2 x 10-11 ; lebih kecil dari Ksp (=2x10-10)
Sehingga campuran tersebut belum membentuk endapan PbCl2.



Pengaruh Adanya Ion Sejenis terhadap Kelarutan

-          Adanya ion sejenis (ion yang sama dengan salah satu ion dari zat yang sukar larut) akan mempengaruhi kelarutan zat yang sukar larut. Misalnya adanya ion Cl- (mis dari NaCl) akan mempengaruhi kelarutan AgCl menurut proses berikut.
-           
NaCl  ®  Na+  +  Cl-  ……….... (1)
         a M                     a M


AgCl              Ag+  +  Cl-  ……..(2)
Kelarutan          s                  s M      s M
Dalam campuran terdapat Cl- sebanyak (a + s) M yang biasanya a >> s sehingga s dapat diabaikan terhadap a.
Adanya Cl- (dari NaCl) menggeser kesetimbangan reaksi (2) ke kiri (artinya Cl- bereaksi dengan Ag+ membentuk AgCl) sehingga konsentrasi Ag+ dalam larutan lebih kecil dari s. Dengan kata lain : adanya Cl- memperkecil kelarutan AgCl .

-          Maka pengaruh adanya ion sejenis adalah :
(1)   memperkecil kelarutan zat yang sukar larut, dan
(2)   makin besar konsentrasi ion sejenis, makin kecil kelarutannya.

Contoh :   Berapa kelarutan AgCl (Ksp = 1x10-10) jika kedalamnya dimasukkan 0,01 M NaCl ?

Jawab
NaCl  (0,01 M)  ®  Na+  +  Cl-  (0,01 M)

AgCl                 Ag+  +  Cl-    (Cl- =  =  = 10-5 M)
Sehingga (Cl-)  0,01  +  10-5 = 0,01 M
Ksp. AgCl = (Ag+) (Cl-), maka kelarutan AgCl = (Ag+)
Yaitu =  =  = 10-8 M
Jadi : kelarutan AgCl tanpa adanya NaCl =  = 10-5 M setelah adanya 0,01 M NaCl, kelarutannya menjadi 10-8 M (lebih kecil !)

Penggunaan Konsep Kesetimbangan Larutan

Mengurangi kadar logam berat dalam sungai (karena limbah industri) agar air sungai tersebut tidak mencemari lingkungan dengan jalan mengendapkan logam tersebut sebagai basa atau garamnya yang sukar larut.
Contoh :          Berapa pH minimum penambahan larutan NaOH agar kadar Pb maksimum 3 ppm(mg/l) Ksp.Pb(OH)2/1x10-12  (Ar : Pb = 120).





Jawab :

Endapan yang terbentuk : Pb(OH)2               Pb2+  +  2 OH-
(Pb2+) = 3   mg/l = 3  . 10-3/120                  mol/l (M) = 2,5 x 10-5 M
Ksp. Pb(OH)2 = (Pb2+)(OH-)2

Maka :  (OH-) =
                       =   = 2.10-4 M
pOH = -log(OH-) = -log 2.10-4 = 4-log 2
   pH = 14-(4-log 2) = 10 + log 2 = 10,3


Soal latihan
1.    Ke dalam 250 ml air dimasukkan 1 g padatan CaCO3 (Mr = 100). Setelah diaduk, padatan yang tidak dapat larut seberat 0,50 g. Hitunglah kelarutan CaCO3 dalam satuan mol dan M.
2.    Dalam larutan jenuh ferihidroksida terdapat 0,01 M OH-. Hitung kelarutan zat tersebut (M dan g/100 ml) (Ar. Fe = 56, H = 1, O = 16).
3.    Hitung Ksp dari soal no. 1 dan 2
4.    Jika kelarutan zat dinyatakan s mol/liter. Tuliskan hubungan antara s dan Ksp dari soal no. 6
5.    Berapa gram minimal NaCl (Mr=58,5) harus dimasukkan ke dalam 2 liter larutan 4x10-3 M  Pb(NO3)2 agar terbentuk endapan Pb Cl2 ?  (Ksp. PbCl2 = 4x10-12)
6.    Ke dalam 200 ml larutan yang pHnya 8 dimasukkan 0,001 mg FeCl2 (Mr = 127).  Apakah campuran tersebut telah membentuk endapan ? (Ksp. Fe(OH)2 = 4 x 10-14).
7.    Di dalam larutan manakah AgCl paling kecil kelarutannya ?
a) 0,01 M AgNO3              b) 0,01 M CaCl2          c) 0,015 M NaCl


































KESETIMBANGAN LARUTAN


Kelarutan (S)

-      Kelarutan zat dalam air :

       (1) mudah larut   Ãž LARUT  (mis : NaCl, KNO3 dsb).
     (2) sukar larut (mis : AgCl, CaCO3, dsb).
           ( dapt larut, tetapi sedikit )

-      Kelarutan suatu zat :
    banyaknya zat yang dapat larut maksimal dalam sejumlah
    volume tertentu  pelarut ( air ).

Misalnya : kelarutan Ca(OH)2 = 20 mg/100 ml, maka dalam
                   100 ml larutan maksimal terdapat 20 mg Ca(OH)2

-      Satuan kelarutan : mol/l (M), mol/vol atau bobot/vol

-      Suatu zat anorganik (misalnya BaSO4) yang sukar larut, apabila dimasukkan ke dalam air ada sebagian kecil dari zat tersebut yang larut dan semua bagian zat yang larut tersebut terurai menjadi ion-ionnya. Proses tersebut dituliskan sebagai berikut 

                                   H2O

BaSO4 (S)              BaSO4 (aq)     ®  Ba (aq)2+ + SO42-(aq)
          banyak                 sedikit             semua dari yang sedikit

-      Karena semua bentuk molekul yang terlarut (aq) terurai menjadi ion-ionnya, di dalam larutan hanya terdapat kesetimbangan antara bentuk padat (s) dengan bentuk ion-ionnya,

    Dituliskan sebagai berikut :                                                 

                        BaSO4(s)            Ba2+  +  SO42-

-      Atau secara umum :

AxBy (s)             c A+y + y B-x
 

 




Contoh : PbCl2(s)             Pb2+  +  2 Cl-

Contoh soal

Dalam larutan jenuh CaCO3 (Mr = 100) terdapat 0,01 M ion Ca2+, hitunglah kelarutan CaCO3 di dalam 100 ml larutan dalam satuan 
 a) mol   b) gram.

Jawab :

CaCO3(s)            Ca2+  +  CO32-
Dari reaksi  : [CaCO3 ] = [Ca2+] = 0,01 M (mol/liter)
Maka dalam 100 ml, kelarutan CaCO3 = 100/1000 x 0,01 = 0,001 mol atau 0,001 x 100 g = 0,1 gram.


Hasil Kali Kelarutan (Ksp).

-      Hasil kali kelarutan (Ksp) dinyatakan sebagai hasil kali konsenrasi ion-ion (satuan Molar) dalam larutan jenuhnya, dengan masing-masing konsentrasi berpangkatkan bilangan koefisiennya.

-     

Contoh (1)  AgI              Ag+  +  I- ………. Ksp Agr    = [Ag+ ] [I-]



                     (2)  PbCl2            Pb2+  +  2 Cl- ……. Ksp PbCl2 = [Pb2+ ] [Cl-]2

-      Secara umum :


A x By            x A+y  +  y B-x
Ksp.  AxBy  =  [ A+y ]x  [ B-x ]y

 
 




     Catatan :[  ] = Molar (M)

Soal  Tuliskan rumusan Ksp dari zat-zat berikut :
a) Ag  CrO4     b) Hg Br    c) BaCO3






Hubungan antara s dan Ksp

-         Jika kelarutan PbCl2 = s M, maka di dalam larutan terdapat s M Pb2+ dan 2s M Cl-, seperti proses berikut.


                   PbCl2                Pb2+  +  2 Cl-
           Kelarutan      s M                  s M       2 s M
Maka : Ksp. PbCl2 = [Pb2+] [Cl- ]2
                                  = (s)(2 s)2 = 4 S3

           Sehingga : S =

-        

Contoh lain : AgBr                Ag+  +  Br-
         Kelarutan   s M                 s           s
Ksp. AgBr = [Ag+ ]([Br-]
                  = (s) (s) = s2

Maka :   S =

-        

Secara umum :   A x By               x A+y  +  y B-x

Kelarutan    s M                    x.s          y.s
Maka : Ksp. AxBy = [A+y ]x [B-x ]y
                            = (c s)c (y s)y
                             = cc . yy  s(x+y)
S =

 
 


Sehingga                                     x dan y adalah koefisien dari ion-ion.


Soal : Berapa gram kelarutan Ag2CrO4 (Mr = 330) dalam 200 ml larutan
           jika Ksp nya = 3,2 x 10-11
Jawab : Ag2CrO4  ®  c = 2  dan y = 1

            S =  =   =
                = 2 x 10-4 x 330 gram/liter = 0,066 g/liter
               Dalam 200 ml = 200/1000 x 0,066 g = 0,013 g.

Percampuran Dua Larutan

-      Walaupun AgCl merupakan zat yang sukar larut (mudah membentuk endapan), campuran Ag+ (dari AgNO3) dan Cl- (dari HCl) tidak selalu menghasilkan endapan putih AgCl



-      Hasil yang mungkin terjadi dari percampuran tersebut adalah :


(1)            belum mengendap ; bila    [Ag+ ] [Cl- ]  <   Ksp.AgCl
(2)            tepat jenuh              ; bila    [Ag+ ] [Cl- ]   =   Ksp.AgCl
(3)            telah mengendap    ; bila    [Ag+ ] [Cl- ]   >   Ksp.AgCl.


-      Secara umum :

Campuran    A+y  dengan  B-x  ®  AxBy    akan :

(1)            membentuk endapan jika [A+y]x [B-x ]y > Ksp-nya
(2)            tepat jenuh jika [A+y ]x [B-x ]y = Ksp-nya
(3)            belum membentuk endapan jika [A+y ]x [B-x ]y < Ksp-nya

Contoh ;    Periksalah apakah campuran 100 ml 4x10-3 M  Pb(NO3)2 dan  
                  400 ml 2,5 x 10-4  M  HCl telah membentuk endapan PbCl2
                           (Ksp = 2 x 10-10).


Jawab
Volume campuran = 100 + 400 = 500 ml.
[Pb2+] = 100/500  x  4.10-3 M = 8 x 10-4 M
[Cl-]    = 400/500 x 2,5.10-4 M = 2 x 10-4 M

Ksp  PbCl2 = [ Pb2x] [Cl-]2
Maka : [Pb2x] [Cl-]2 = (8.10-4)(2.10-4)2 = 3,2 x 10-11 ; <  Ksp (=2x10-10)

Sehingga campuran tersebut belum membentuk endapan PbCl2.

Pengaruh Adanya Ion Sejenis terhadap Kelarutan

-         Adanya ion sejenis (ion yang sama dengan salah satu ion dari zat yang sukar larut) akan mempengaruhi kelarutan zat yang sukar larut. Misalnya adanya ion Cl- (mis dari NaCl) akan mempengaruhi kelarutan AgCl menurut proses berikut.



-          
NaCl  ®  Na+  +  Cl-  ……….... (1)
         a M                     a M


AgCl              Ag+  +  Cl-  ……..(2)
Kelarutan   s                  s M      s M

Dalam campuran terdapat Cl- sebanyak (a + s) M yang biasanya a >> s sehingga s dapat diabaikan terhadap a.
Adanya Cl- (dari NaCl) menggeser kesetimbangan reaksi (2) ke kiri (artinya Cl- bereaksi dengan Ag+ membentuk AgCl) sehingga konsentrasi Ag+ dalam larutan lebih kecil dari s. Dengan kata lain : adanya Cl- memperkecil kelarutan AgCl .

-         Maka pengaruh adanya ion sejenis adalah :

(1)            memperkecil kelarutan zat yang sukar larut, dan
(2)            makin besar konsentrasi ion sejenis, makin kecil kelarutannya.

Contoh : Berapa kelarutan AgCl (Ksp = 1x10-10) jika ke dalamnya
                dimasukkan 0,01 M NaCl ?

Jawab
NaCl  (0,01 M)  ®  Na+  +  Cl-  (0,01 M)

AgCl                 Ag+  +  Cl-    (Cl- =  =  = 10-5 M)
Sehingga (Cl-)  0,01  +  10-5 = 0,01 M
Ksp. AgCl = (Ag+) (Cl-), maka kelarutan AgCl = (Ag+)
Yaitu =  =  = 10-8 M
Jadi :         kelarutan AgCl tanpa adanya NaCl =  = 10-5 M setelah adanya 0,01 M NaCl, kelarutannya menjadi 10-8 M (lebih kecil !)

Penggunaan Konsep Kesetimbangan Larutan

Mengurangi kadar logam berat dalam sungai (karena limbah industri) agar air sungai tersebut tidak mencemari lingkungan dengan jalan mengendapkan logam tersebut sebagai basa atau garamnya yang sukar larut.
Contoh :    Berapa pH minimum penambahan larutan NaOH agar kadar
                  Pb maksimum 3 ppm(mg/l) Ksp.Pb(OH)2/1x10-12 
                  (Ar : Pb = 120).
Jawab :


Endapan yang terbentuk : Pb(OH)2               Pb2+  +  2 OH-
[Pb2+] = 3   mg/l = 3  . 10-3/120  mol/l (M) = 2,5 x 10-5 M
Ksp. Pb(OH)2    = (Pb2+)(OH-)2

Maka :  (OH-)    =
                             =   = 2.10-4 M
pOH = -log(OH-) = -log 2.10-4 = 4-log 2
pH = 14-(4-log 2) = 10 + log 2 = 10,3